Tips Mengurangi Lemak di Perut

Anda kurang percaya diri karena bentuk tubuh yang buncit dengan adanya lemak yang berlebihan, coba saja ikuti tips mengurangi lemak di perut anda, dengan mengikuti tips di bawah ini mudah mudahan bisa mengurangi lemak berlebihan di perut anda. Ok di bawah ini adalah Tips Mengurangi Lemak di Perut.


Lakukan Olahraga yang Efektif dan Efisien. Olahraga kardiovaskular, atau olahraga yang memacu denyut jantung, pernafasan dan pembuluh darah adalah salah satu cara efektif jika Anda ingin membakar kalori dan mengurangi lemak berlebih dari tubuh. Lari, aerobik, bersepeda dan berenang adalah beberapa contoh olahraga kardiovaskular yang bisa Anda lakukan.

Banyak Minum Air Putih. Manfaat air putih bagi tubuh sudah tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya bermanfaat membantu fungsi otak, ginjal, hati dan mempercepat metabolisme. Cukup minum air putih sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan karena bisa menekan nafsu makan.

Tidur yang Berkualitas. Tidur kurang dari 7-8 jam sehari akan menyulitkan tubuh mengumpulkan energi untuk beraktivitas, juga mencerna makanan. Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang mengalami lelah setiap hari, metobilsme tubuhnya akan menurun. Metabolisme merupakan proses mengubah nutrisi makanan dan kalori menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas. Metabolisme rendah, berarti kemampuan tubuh untuk membakar kalori juga lebih sedikit. Jadi, pastikan tidur Anda cukup dan berkualitas.

Berjalan Kaki ke Kantor. Jika Anda mengendarai mobil, parkirlah agak jauh dari pintu masuk kantor Anda. Begitu juga jika Anda naik kendaraan umum, berhentilah di tempat yang agak jauh. Berjalan juga termasuk kegiatan berolahraga. Lakukan aktivitas ini secara rutin sebagai pengganti olahraga Anda.

Kurangi Konsumsi Garam. Konsumsi garam yang berlebihan membuat tubuh menahan air. Hal ini bisa membuat area perut tampak buncit. Sebab itu, hindari atau kurangi makanan yang banyak mengandung garam, salah satunya fast food. Biasakan menyajikan makanan tanpa menggunakan garam. Anda bisa menggantinya dengan berbagai macam bumbu dapur (rempah-rempah) untuk memperkaya rasa masakan. Pilih juga bahan makanan yang 'netral', seperti daging ayam tanpa kulit, susu skim, buah dan sayuran segar.

Hindari Stres. Saat mengalami stres berat, seseorang cenderung memilih makanan manis atau yang membuat perasaan nyaman seperti permen, cookie atau cake cokelat. Sebanya, stres bisa melepas berbagai hormon yang bisa mengubah sistem metabolisme tubuh, salah satunya cortisol. Hormon ini mampu meningkatkan nafsu makan dan mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan berlemak. Jadi, sebisa mungkin segera atasi saat stres mulai mendera. Caranya bisa dengan olahraga, aromaterapi atau meditasi.

Jangan Pernah Lewatkan Sarapan. Jika Anda tidak makan berjam-jam setelah bangun tidur di pagi hari, tubuh akan merasa sangat lapar. Mengawali hari dengan perut kosong akan memperlambat metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori pun jadi lebih lambat. Seseorang harusnya memenuhi minimal 25% dari kebutuhan energi hariannya. Para ahli nutrisi percaya bahwa sarapan menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan tubuh langsing. Jadi, sempatkanlah sarapan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti bubur ayam, roti dengan butter atau bubur jagung dengan telur.

Kontrol Asupan Makanan. Perbanyak konsumsi makanan yang 'membakar lemak' seperti nasi merah, sayur, buah segar, susu skim, telur putih dan ikan. Hindari makanan tinggi kalori, di antaranya pizza, burger, gorengan, roti, daging berlemak dan produk yang mengandung banyak gula.

Makan dengan Perlahan. Perut akan lebih mudah menerima makanan yang sudah dicerna dalam mulut dengan baik. Kebiasaan mengunyah makanan dengan perlahan, kecil kemungkinannya 'menimbun' berat berlebih. Otak menerima sinyal bahwa perut sudah kenyang, 20 menit setelah kita memulai makan. Karena itu dengan mengunyah lebih lama (kurang lebih 30 kunyahan), akan mencegah Anda menyantap makanan ekstra dan tidak menambah kalori.